Formula tertua dalam resep kami diciptakan oleh seorang herbalis perempuan yang mengobati orang pada masa pemerintahan Raja Rama VII, antara 1925 dan 1935. Cucunya, Bapak Pichet Lerttamsak, menjaga resep itu dan meneruskannya.
Di Chonburi, Kakek Joy Sangawong meracik obat dengan tangannya sendiri untuk setiap orang yang datang meminta pertolongan. Ia mewariskan formulanya kepada sang cucu, Sommai Phattandilok, dengan satu permintaan: jagalah resep itu.
Kakeknya bukan satu-satunya guru Sommai. Sebagian resep ia terima dari Pichet Lerttamsak, dan ia mempelajari pengobatan tradisional dari putri pemilik apotek Buan An Tueng, tempat kakeknya dahulu meracik obat. Tiga garis keilmuan herbal Thailand bertemu dalam karyanya.
Garis lain menuju U-Thong. Sekitar tahun 1945, Champi Chomya — yang mempelajari pengobatan tradisional Thailand di Kuil Wat Pho dan memegang lisensi farmasi serta kedokteran Thailand — mulai berdagang tanaman obat. Tokonya, Champi Phesat, menjual herba kering dan menggilingnya menjadi serbuk dengan tangan, dibantu putra sulungnya, Warin Chomya. Warin kemudian membuka usahanya sendiri, dan dari sanalah pabrik kami di U-Thong tumbuh.